CANDI PRAMBANAN
Candi dengan Kisah Cinta yang Abadi
Candi
Prambanan dibangun pada abad ke-9. Menjulang setinggi 47 meter dengan
ornamen yang mengagumkan, kecantikan candi Hindu ini tak tertandingi.
Candi Prambanan terletak 17 km ke arah timur dari pusat Kota Jogja dan
bisa dijangkau dengan bus Trans Jogja.
Diperbarui tgl 3 September 2019
Candi Prambanan
(YogYes.com / Jaya Tri Hartono)
Jam Buka Candi Prambanan
Setiap hari, pukul 06.00 - 17.00 WIB
Harga Tiket Masuk Candi Prambanan (2019)
Rp50.000 (dewasa)
Rp25.000 (anak-anak)
USD 25 (wisatawan mancanegara)
"Sudah
sampai ke Amerika," gurau sopir taksi tentang odometer mobilnya—sebuah
Ford—yang menunjukkan angka 300.000 km. Kami berdua tertawa. Mulanya aku
sempat menyesal naik taksi karena
Candi Prambanan ternyata mudah dijangkau dengan bus Trans Jogja, tetapi keramahan sopir taksi ini membuatku merasa beruntung.
Legenda Roro Jonggrang
"Kata
orang-orang tua, ada patung seorang putri yang dikutuk menjadi batu di
Candi Prambanan." Tanpa diminta dia mulai bercerita tentang legenda
Candi Prambanan.
Dahulu kala ada seorang putri yang sangat cantik
bernama Roro Jonggrang. Kecantikan itu memikat seorang pangeran untuk
meminangnya. Roro Jonggrang mengajukan syarat untuk membangun seribu
candi dalam semalam sebagai penolakan halus atas pinangan tersebut.
Namun, Bandung Bondowoso tetap menyanggupinya.
Bandung Bondowoso
kemudian meminta bantuan makhluk halus untuk membangun seribu candi
dalam semalam. Ketika 999 candi sudah berdiri, Roro Jonggrang menyuruh
penduduk desa menyalakan api unggun dan menumbuk padi dengan lesung.
Para jin mengira fajar telah tiba lalu lari tunggang langgang. Bandung
Bondowoso yang murka atas tipu muslihat Roro Jonggrang mengutuknya
menjadi patung batu untuk melengkapi candi ke-1000.
"Sampai sekarang patung itu masih ada, nanti
njenengan bisa lihat sendiri," ujar sopir taksi tersebut.
Tanpa
terasa, kami hampir sampai. Candi Roro Jonggrang yang menjulang
setinggi 47 meter itu sudah tampak dari jalan raya. Wow, dari jauh pun
keindahan candi ini sudah memukau!
Sejarah Candi Prambanan
Candi
Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia sekaligus salah satu
candi yang terindah di Asia Tenggara. Menurut prasasti Siwagrha, candi
ini mulai dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan (pertengahan
abad ke-9) dari Kerajaan Mataram Kuno.
Namun, oleh sebab yang
masih misterius, pusat kerajaan pindah ke Jawa Timur di akhir abad
ke-10. Candi yang megah ini pun terbengkalai dan sebagian tertimbun
material letusan Gunung Merapi. Perlahan-lahan, wilayah Prambanan
menjadi hutan lebat.
Beratus-ratus tahun kemudian barulah
reruntuhan candi ini ditemukan kembali. Pada saat itu belum diketahui
sejarah candi ini sehingga terciptalah legenda Roro Jonggrang yang
diceritakan turun temurun.
Upaya pemugaran candi secara serius dimulai sejak 1930-an dan pemugaran candi utama baru rampung tahun 1953.
Kompleks Candi Prambanan
Diperkirakan
ada 240 candi besar dan kecil di kompleks Candi Prambanan. Namun, hanya
18 candi yang berhasil dipugar, sisanya adalah tumpukan batu yang
berserakan.
Tiga dari 8 candi utama disebut candi Trimurti ("tiga
wujud"), dipersembahkan untuk 3 dewa Hindu tertinggi: Dewa Brahma Sang
Pencipta, Wisnu Sang Pemelihara, dan Siwa Sang Pemusnah.
Candi Trimurti
(YogYes.com / Jaya Tri Hartono)
Candi Siwa yang berada di tengah-tengah adalah bangunan terbesar di kompleks
Candi Prambanan
dan memiliki 5 ruangan: timur, selatan, barat, utara, dan sebuah
ruangan utama di tengah candi. Ruangan timur terhubung dengan ruangan
utama yang berisi arca Siwa Mahadewa setinggi 3 meter. Ruangan utara
berisi arca Durga Mahisasuramardini, istri Siwa. Arca Durga inilah yang
disebut sebagai Roro Jonggrang dalam legenda setempat.
Arca Durga
(YogYes.com / Jaya Tri Hartono)
Tepat
di depan candi Trimurti terdapat 3 candi yang lebih kecil untuk
kendaraan atau wahana dewa-dewa ini; sang lembu Nandi wahana Siwa, sang
Angsa wahana Brahma, dan sang Garuda wahana Wisnu.
Relief Cerita Ramayana
Candi
Prambanan dihiasi relief yang menceritakan kisah Ramayana dan
Krishnayana. Kisah Ramayana dimulai dari kelahiran Rama, penculikan
Sinta (istri Rama) oleh Rahwana, upaya penyelamatan Sinta oleh Hanoman
(panglima kera), pertemuan kembali Rama dan Sinta, hingga penyerahan
tahta Rama kepada anaknya.
Relief cerita Ramayana ini dipahat pada
dinding sebelah dalam pagar sepanjang lorong galeri yang mengelilingi
candi utama. Relief ini dibaca dengan cara mengitari candi searah jarum
jam, dimulai dari sisi timur candi Siwa (42 adegan) dan dilanjutkan ke
candi Brahma (30 adegan).
Tak jauh dari Candi Prambanan, kisah
cinta Rama dan Sinta yang terpahat abadi ini juga dipentaskan dalam
bentuk sendratari setiap Selasa malam, Kamis malam, dan Sabtu malam.
Sendratari Ramayana Prambanan memegang rekor dunia Guinness World
Records sebagai pentas tari Ramayana yang paling banyak melibatkan
penari sekaligus sebagai sendratari yang paling lama dan rutin
mementaskan tari Ramayana sejak 1961 hingga 2012. London dan New York
memiliki The Phantom of the Opera, Jogja punya Sendratari Ramayana. Pada
musim kemarau, pementasan dilakukan di luar ruangan dengan Candi
Prambanan yang disorot lampu sebagai latar belakangnya.
Spot Foto Prambanan
Fotografer
YogYes memberitahuku beberapa spot untuk mengambil foto terbaik di
Candi Prambanan, antara lain spot Bu Ani, spot reruntuhan candi perwara,
dan spot Syiwa Mandala.
Sebelum memasuki pelataran candi dari
jalan utama, beloklah ke arah selatan. Di sini kita bisa mengambil foto
seluruh candi utama yang dibingkai pohon mahoni. Spot ini disebut juga
spot Bu Ani.
Spot lain yang populer di kalangan fotografer adalah reruntuhan candi perwara sebagai
foreground yang dramatis untuk candi-candi utama.
Spot Foto Reruntuhan Candi Perwara
(YogYes.com / Jaya Tri Hartono)
Sebelum
senja, pengunjung Candi Prambanan akan diminta keluar oleh petugas
keamanan. Namun, kita masih bisa mengabadikan pemandangan senja di Candi
Prambanan dari lapangan Siwa Mandala dekat pintu keluar pelataran candi
utama. Bila malam itu ada pementasan Sendratari Ramayana, lampu-lampu
akan menyinari bangunan candi-candi utama. Hasilnya adalah foto-foto
yang luar biasa indahnya.
Spot Foto Siwa Mandala
(YogYes.com / Daniel Antonius Kristanto)
Pulangnya aku memilih berjalan kaki ke terminal Prambanan di seberang jalan lalu naik
Trans Jogja 1A ke Malioboro.
Oya, setelah
googling
sebentar, ternyata jarak Jogja - Amerika hanya 15.000 km dan lingkar
khatulistiwa hanya 40.000 km. Jadi, taksi yang membawaku ke Candi
Prambanan tadi sebenarnya bukan hanya sudah "sampai ke Amerika",
melainkan juga sudah 7 kali "keliling dunia". Wow!
Text Agus Supriadi
Copyright © 2019 YogYES.COM